Indonesian gambling_Betting odds_Sabah Sports Website_Online betting company

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Judi online malaysia

Mencemaskan dWeWeide appide appirikWeide appu sendiri bukanWeide applah sesuatu hal yanWeide appg mudah kusadari. Namun beberapa kawan dan kerabat yang mulai bertanya-tanya membuatku mulai memikirkan sebuah kesendirian. Apakah begitu menyedihkan sebuah kesendirian yang bahkan menurutku tidak pernah menjadi sebuah beban?

Aku bertahan, inilah salah satu hal yang terbaik yang bisa kulakukan. Sesekali aku meminta pada Tuhan tanpa pernah mengeluhkannya. Tuhan tidak butuh keluh kesah hambanya, kau tahu? Dia sudah cukup mengerti keadaanmu. Tapi janganlah lelah meminta untuk hal terbaik agar terwujud.

Ketika melihatmu, aku pun merasakan debar itu. Kupikir ini akan berlalu begitu saja. Namun semakin lama waktu berjalan dan pendekatan yang kita lalui, bayangan tentangmu semakin kuat terpatri dalam anganku.

Kamu tahu, harga dari sebuah penantian itu mahal. Harga dari sebuah kesabaran pun tak kalah mahal. Kehadiranmu adalah hadiah terindah dari Tuhan untukku. Ya, sebuah hadiah yang membuatku belajar bagaimana seharusnya bertahan dan mempertahankan. Ini kesempatan kita untuk makin berbesar hati menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Tapi kamu mengikatkan kakiku padamu, agar jika kuberlari, maka kamu akan mengikuti. Cinta memang begitu egois, sayang. Tapi berkat itu kita tidak pernah saling merelakan dan kegigihan kita yang memang tak terelakkan.

Bukannya aku tak pernah merasakan sebuah degupan yang menderu ketika melihat seseorang. Aku justru terbiasa dengan itu. Tapi seperti yang kau tahu, mereka datang dan berlalu. Tanpa sempat membicarakan tentang perasaan. Kembali gagal adalah hal yang sudah kutahu dan aku khatam dengan itu.

Kamu bilang, tidak ada jalan lurus menuju sebuah makna yang serius. Berkali-kali kamu seperti mengepakkan sayap untuk pergi. Lalu aku sengaja melukai sayapmu agar kamu tetap disini. Berkali-kali pula aku mencoba berlari, menjauh darimu dan semua masalah yang rasanya tak mampu kuhadapi.

Masalah dalam hubungan kita jelas datang silih berganti. Tak terhitung pula kita saling berteriak emosi satu sama lain. Ada kalanya aku sebal sekali dengan sosokmu, hingga membuatku berpikir bagaimana bisa jatuh cinta pada sosokmu. Begitu pula kamu, tak terhitung lagi berapa kali kamu jengkel dengan sifat keras kepala yang aku miliki. Namun semua ternyata tak cukup kuat membuat kita memilih berpisah. Selalu ada jalan untuk kembali, dimana diri kita selalu saling menanti.

Tentang sosokmu yang kini telah mendampingiku, terima kasih sudah hadir di waktu yang tepat. Kala hati sudah mulai tertata dengan baik. Kisah kita mungkin tak akan sesempurna kisah cinta dalam dongeng. Namun setidaknya, kita punya komitmen untuk mempertahankannya sampai nanti.