Obat Ini B「365 Score Network」antu Kurangi Risiko Kematian Pasien Covid

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Judi online malaysia

Peneliti utama studi ini adalah E. Wesley Ely, MD, MPH, Grant Liddle Professor of Medicine di Vanderbilt University Medical Center, dan Vince Marconi, MD, dari Emory University.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Dalam uji coba COV-BARRIER, untuk menunjukkan bahwa obat tersebut dapat mengurangi risiko kematian pasien Covid-19, penerimanya ditentukan secara acak untuk menerima obat rheumatoid arthritis baricitinib versus plasebo, yang diberikan sekali sehari hingga 14 hari di samping standar perawatan, yang mencakup obat deksametason dan remdesivir.

Baca juga: Kabar Baik, Uji Coba Obat Antibodi AstraZeneca Efektif Cegah Covid-19

Baca juga: Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

"Pasien yang dirawat di rumah sakit dengan infeksi SARS-CoV-2, sering mengalami keadaan hiperinflamasi intens yang dapat menyebabkan disfungsi banyak organ, termasuk sindrom gangguan pernapasan akut, syok septik, dan kematian," kata Ely.

KOMPAS.com - Pasien dengan Covid-19 yang parah dan dirawat di rumah sakit, yang menerima obat rheumatoid arthritis baricitinib yang dikombinasikan dengan standar perawatan lainnya, dapat terhindar dari risiko kematian.

Ely dan Marconi tidak menerima kompensasi finansial untuk pekerjaan mereka dalam penelitian, yang didanai oleh Eli Lilly and Company, perusahaan yang membuat rheumatoid arthritis baricitinib, obat yang dikenal karena sifat anti-inflamasinya atau anti peradangan.

Ely menambahkan bahwa obat baricitinib adalah penghambat Janus kinases (JAK) 1 dan 2, yang menenangkan sistem kekebalan. Dengan dikombinasikan dengan standar pengobatan yang ada, dapat membantu kurangi risiko kematian pasien Covid-19.

"Semakin jelas bahwa pengobatan dengan baricitinib dapat membantu mencegah kematian pada beberapa pasien Covid-19 yang paling kritis, dan bahwa kelas obat ini merupakan kemajuan pengobatan yang penting untuk kelompok pasien yang rentan ini dalam pandemi yang terus berkembang," imbuh Ely.

Ely menambahkan meskipun pengobatan dengan remdesivir, deksametason dan tocilizumab, dapat mengurangi kematian di antara pasien yang dirawat di rumah sakit, standar pengeobatan ini tetap menjadi kebutuhan penting yang belum terpenuhi.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di The Lancet Respiratory Medicine, pasien Covid-19 yang meninggal karena penyakit yang parah lebih jarang, setelah standar perawatan mereka dikombinasikan dengan obat rheumatoid arthritis.

Dilansir dari Medical Xpress, Kamis (2/9/2021), studi ini melibatkan 1.525 pasien Covid-19 dengan oksigen tambahan, yang dirawat di 101 rumah sakit di 12 negara, yakni Asia, Eropa, Amerika Utara dan Amerika Selatan.