Betting Handicap_Baccarat betting_Best Baccarat Betting Method_Roulette Law

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Judi online malaysia

BlBlBlackjack cardackjack cardackjack cardsebenarnya perpeloncoan dalam ospek ini sudah jadi ‘laBlackjack cardBlackjack cardgu lama’, mengakar dan membudaya, sampai akhirnya malah jadi biasa aja. Mungkin di beberapa institusi/jurusan, kalau ospeknya nggak ekstrem akan dianggap kurang afdol. Soalnya menurut mereka ya dari dulu sudah seperti itu. Jadi semacam ada standar tertentu.

Namanya aja institusi pendidikan, tentu aja harus mendidik dong. Tujuan lembaga-lembaga kayak sekolah atau universitas ini dibangun ‘kan untuk mencetak generasi-generasi emas penerus bangsa. Tujuan itulah yang jadi harapan para orangtua di luar sana ketika menyekolahkan anaknya mahal-mahal. Setelah lulus, mereka pengen anaknya bisa jadi dokter, seniman, penulis, direktur, atau profesi lain yang bermanfaat. Gara-gara kasus ini, image lembaga pendidikan yang mulia itu harus tercoreng.

Peserta ospek terlihat dipaksa untuk berbaring diantara paha temannya lalu diinstruksikan untuk menggesek-gesekkan kepalanya di sekitar selangkangan dan alat vital temannya tersebut. Para senior dan panitia tampak menertawakan peserta yang terlihat malu dan tidak nyaman dengan posisi memalukan itu. Tindakan ini jelas mengundang kritik pedas . Kalau dipikir-pikir juga tujuannya apa sih? Benar-benar nggak ada unsur pendidikannya, yang ada malah berujung ke tindak asusila.

Bagi sebagian orang, kata “ospek” mungkin terdengar begitu menakutkan. Sampai-sampai belum berangkat ospek aja, kepikirannya udah yang nggak-nggak. Soalnya memang sering banget kita dengar berita ospek yang disertai tindak kekerasan. Biasanya sih dilakukan oleh kakak tingkat kepada adik tingkatnya. Bahkan nggak jarang juga yang sampai kehilangan nyawa gara-gara dipukuli. Padahal ospek semacam ini udah dilarang dan tercantum jelas di peraturan menteri pendidikan.

Bahkan nggak sedikit juga yang merasa punya kewajiban untuk ‘membalas’ perlakuan kakak tingkatnya dulu kepada mereka, dengan cara melakukan hal serupa ke adik tingkatnya. Begitu seterusnya. Padahal hal ini bisa jadi salah satu alasan kenapa perpeloncoan dalam ospek baik sekolah atau universitas terasa begitu sulit dihapuskan. Mungkin ke depannya perlu ada 1 generasi yang rela memaafkan, jadi budaya turun-temurun macam ini bisa benar-benar dihapuskan.

Dari kepanjangannya aja udah jelas kalau ospek ini harusnya diisi kegiatan-kegiatan positif yang gol akhirnya bisa membuat maba lebih siap menjalani hari-hari di kampus baru. Nggak usah jauh-jauh ke tindak asusila atau kekerasan deh. Sebenarnya pemberian tugas yang memberatkan misalnya membawa tempe yang harus dipotong sebesar sekian milimeter, atau membawa papan nama yang membentuk sudut sekian derajat, dan sebagainya itu juga jauh dari tujuan ospek itu sendiri. Ya, apalagi yang mengandung kekerasan atau asusila. Nggak ada faedahnya…

Belum hilang perpeloncoan dalam tubuh ospek, baru-baru ini terjadi lagi penyimpangan yang melibatkan tindak asusila alias mesum! Kabar ini mulai menyeruak pertama kali dari sebuah video yang diunggah akun Lambe Turah di Instagram. Komentar negatif pun mengalir di unggahan yang kini sudah dihapus itu. Melihat betapa buruknya citra ospek di Indonesia, Hipwee News & Feature sudah merangkum informasi terkait hal ini untuk kamu. Yuk, simak, biar bisa jadi pembelajaran bersama.

Sebuah video ospek yang kabarnya terjadi di sebuah universitas ternama di Manado, baru aja menggegerkan dunia maya. Apalagi setelah akun fenomenal Lambe Turah yang diikuti lebih dari 5 juta pengguna itu, ikut mengunggah video itu. Bukan ospek penuh aksi kekerasan di mana anak-anak baru dipukuli seniornya seperti yang dulu sering terjadi, tapi video ospek kali ini justru sarat dengan unsur asusila.

Ospek: Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus