The rules of baccarat_European online betting_The only way to win baccarat

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Judi online malaysia

YThe strongest baccarat playthe strongest bThe strongest baccarat playaccarat playang paling uniThe strongest baccarat playk dari pernikahan di Indonesia adalah undangannya. Nggak hanya nama mempelai dan kedua orangtua yang tercantum di sana, tapi juga gelar akademis mereka. Misalnya: yang Sarjana Teknik bakal ditulis S.T., yang Sarjana Ekonomi bakal ditulis S.E., ada juga yang Master, Ph.D, dst. dsb. Di luar negeri sih nggak ada budaya kayak gini. Terus kenapa ya, gelar akademis sering banget nongol di undangan nikah orang Indonesia?

“Di Eropa tuh jurnal akademik aja nggak nyantumin gelar, lho. Kalau di Indonesia, undangan nikah aja pakai ada keterangan sarjana segala…”

Karena persiapan nikah itu ribet, bikin stres, bikin capek. Berantem masalah nulis gelar atau nggak di undangan akan terasa gak penting banget — mending ikut Bapak-Ibu dan mertua aja deh, mereka maunya apa. Masih ada banyak hal lain yang harus diurusin selain kepenulisan nama dan gelar di kertas undangan.

Bisa bikin mertua kepincut www.debenhams.com

Banyak juga lho calon pengantin cowok dan cewek yang nggak mau mencantumkan gelar mereka di undangan. Mungkin mereka malu, mungkin introvert, mungkin ya males aja gitu. Tapi apa daya, orangtua pokoknya ngotot nama di undangan harus pakai gelar. Kalau udah gini sih, kelar urusan. Gak usah pakai bantah-bantah, tulis aja deh gelar lau di undangan.

Nah, jadi kalau seorang calon mempelai udah punya gelar akademis, artinya dia cukup prospektif buat membangun masa depan mapan. Dia bukan tipe anak muda yang jatuh cinta lalu sembarangan ngelamar anak orang. Punya gelar artinya dia matang secara mental dan layak dijadikan pasangan. Status keluarganya pun terangkat dengan memiliki anak bermental matang seperti dia.

Mungkin sih — mungkin — alasan utama kenapa gelar akademis sering nongol di undangan adalah memiliki gelar itu masih bikin sebagian besar orang Indonesia bangga. Gimana enggak bangga? Gelar itu banyak artinya. Pertama, artinya keluargamu bisa menyekolahkan kamu sampai jenjang yang tinggi, nggak hanya sampai di SMA aja. Apalagi kalau kamu ternyata gak cuma punya gelar sarjana, tapi juga gelar S-2. Dobel deh bangganya!

Awalnya mungkin memang agak aneh melihat gelar akademis tercantum di undangan acara pernikahan. Apa hubungannya gitu, emangnya mau presentasi di kampus? Tapi kalau dipikir-pikir lagi, ya nggak apa-apa juga sih undangan nyantumin gelar. Suka-suka yang punya acara dong mau cantumin gelar mereka atau enggak. Yang diundang diem aja deh, masih mending diundang!  yang penting makanan resepsinya enak-enak ‘kan?

Walimah, kondangan, atau apapun namanya: pesta pernikahan adalah acara yang sangat sakral untuk orang Indonesia. Dalam kultur kita, si empunya acara bukan hanya kedua mempelai, tapi juga keluarga besar mereka. Semua orang pun bekerja keras demi mewujudkan acara yang nggak terlupakan.

Punya gelar dan masa depan, Oom! Tuh, kalau gelar aja bisa bikin mertua kepincut, gak ada alasan kenapa para tamu undangan gak boleh tahu tentang gelarmu. Jadi, kenapa gak sekalian aja membubuhkannya di kertas undangan?

Nah, kalau kamu akhirnya jadi mempelai juga, mau cantumin gelar gak di undanganmu nanti?